Mengembangkan Pengetahuan untuk Masa Depan Indonesia
Kami mendorong kolaborasi melalui riset, dialog strategis, dan pengembangan kepemimpinan untuk berkontribusi pada Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan berorientasi ke depan.
Kami mendukung para pemimpin dan institusi dalam merumuskan strategi, kebijakan, dan pendekatan implementasi yang berbasis bukti. Sebagai yayasan independen yang berorientasi pada kepentingan publik, kami bekerja lintas sektor dan disiplin untuk menjawab berbagai tantangan strategis nasional. Melalui kolaborasi dan basis pengetahuan yang kuat, kami berkontribusi pada terwujudnya Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Kami berkolaborasi dengan para pakar dan pemimpin yang memiliki reputasi nasional dan global.
Forum bulanan yang mempertemukan 30–40 pemimpin aktif dan purnatugas untuk membahas isu kebijakan prioritas secara mendalam. Setiap sesi berfokus pada satu topik strategis dan diarahkan untuk menghasilkan policy brief yang memuat analisis serta rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. Hasil pembahasan disebarluaskan kepada lebih dari 500 pengambil keputusan lintas sektor, dengan target lebih dari 75 rekomendasi kebijakan setiap tahun.
Program pengembangan kepemimpinan selama enam bulan yang mempertemukan 20 pejabat pemerintah berpotensi tinggi dengan mentor senior dari jejaring pakar NSI. Peserta mengikuti sesi mentoring dua kali setiap bulan, pembelajaran antarpeserta (peer learning), serta proyek akhir yang berfokus pada tantangan tata kelola nyata. Program ini menekankan pengalaman praktis, refleksi, dan pembelajaran langsung dari para pemimpin senior.
Publikasi tahunan yang menganalisis tantangan, peluang, dan kemungkinan arah strategis Indonesia dalam horizon lima hingga sepuluh tahun ke depan. Publikasi ini disusun melalui proses riset selama enam bulan dengan melibatkan lebih dari 100 kontributor dari berbagai bidang serta menggunakan pendekatan scenario planning. Hasilnya diharapkan dapat mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan strategis di lingkungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil.
NSI mengembangkan lembaga sertifikasi profesi untuk memvalidasi kompetensi di bidang ketahanan nasional, nilai-nilai Pancasila, tata kelola pemerintahan, dan literasi digital. Skema sertifikasi disusun mengacu pada SKKNI dan ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan, mencakup unit kompetensi, instrumen asesmen, serta penyiapan asesor bersertifikat. Jaringan sertifikasi akan diperluas secara bertahap ke tingkat provinsi.
jelajahi riset, analisis, dan perspektif para ahli kami
Politik & Pemerintahan
Mitra NSI mendapat akses kepada para mantan menteri, jenderal, dan pejabat senior yang telah membuktikan diri dalam menghadapi tantangan tata kelola di tingkat tertinggi.
Sebagai lembaga independen, NSI memastikan setiap rekomendasi berangkat dari kepentingan nasional, bukan dari agenda politik atau kepentingan kelompok tertentu.
Rekomendasi NSI selalu mempertimbangkan kondisi dan kendala nyata yang ada, sehingga dapat langsung diimplementasikan di lapangan.
NSI membangun relasi yang setara dan berkelanjutan dengan setiap mitra, bukan sekadar hubungan transaksional. Tujuan akhirnya adalah dampak bersama yang optimal bagi kepentingan nasional.

Marsekal Muda TNI (Purn.) Wieko Syofyan
Expert in Political Governance & Crisis Management
Division: Politics and Governance
Marsekal Muda TNI (Purn.) Wieko Syofyan merupakan perwira TNI Angkatan Udara lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 yang telah mengabdi selama 36 tahun. Beliau memiliki pengalaman diplomatik militer internasional melalui penugasan sebagai Atase Udara di Den Haag dan Atase Pertahanan di Canberra pada tahun 2013. beliau telah mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara periode 2 Maret 2018 hingga 25 Januari 2019. Perjalanan karier selanjutnya berlanjut di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, yaitu sebagai Wakil Gubernur periode 25 Januari 2019 hingga 27 April 2022, kemudian dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Gubernur pada tahun 2022. Melalui serangkaian jabatan strategis yang diembannya, Syofyan telah memberikan sumbangsih dalam pengembangan inisiatif peningkatan kapabilitas operasional, perumusan kebijakan pertahanan nasional, serta perluasan kerja sama pertahanan multilateral. Kontribusinya terfokus pada modernisasi sistem pendidikan militer dan penguatan jejaring pertahanan Indonesia di kancah global. global.
Air Vice Marshal (Ret.) Wieko Syofyan is a distinguished Indonesian Air Force officer with a 36-year career and an alumnus of the Indonesian Air Force Academy (AAU, 1986). He served internationally as Air Attaché in The Hague and Defense Attaché in Canberra (2013), building foundational defense partnerships. Within the Air Force, his leadership roles included Vice Chief of Staff of the Air Force (Wakasau, 2 March 2018 – 25 January 2019) and Vice Governor, then Acting Governor, of Lemhannas RI (Deputy Governor from 25 January 2019 to 27 April 2022, Acting Governor in 2022). Through these positions, Syofyan drove strategic initiatives in operational capabilities, shaped national defense policy, and expanded Indonesia’s global defense cooperation. His legacy centers on modernizing military education and strengthening the country's international defense networks.

A.M. Putut Prabantoro. S.E., M.Si.
Expert in Ideology & Strategic Communication
Division: Ideology & Strategic Communication
Albertus Magnus Putut Prabantoro adalah seorang pengacara, konsultan komunikasi, dan ahli ideologi nasional di Lemhannas. Beliau mendirikan Asosiasi Wartawan Katolik Indonesia dan berkontribusi pada promosi komunikasi strategis untuk persatuan nasional. Prabantoro telah bekerja pada isu-isu konstitusi dan ekonomi, berfokus pada ekonomi rakyat dan energi. Beliau memainkan peran kunci dalam memperjuangkan persatuan nasional Indonesia dan dialog antaragama. Karyanya meliputi komunikasi strategis, ideologi, dan advokasi hukum, dengan pengakuan internasional atas kontribusinya terhadap toleransi agama.
Albertus Magnus Putut Prabantoro is a lawyer, communication consultant, and expert in national ideology at Lemhannas. He founded the Indonesian Catholic Journalists Association and contributed to promoting strategic communication for national unity. Prabantoro has worked on constitutional and economic issues, focusing on people's economy and energy. He played a key role in advocating for Indonesia's national unity and interfaith dialogue. His work spans strategic communication, ideology, and legal advocacy, with significant international recognition for his contributions to religious tolerance.

Lili Pintauli Siregar, S.H., M.H.
Expert in Anti-Corruption & Legal Oversight
Division: Society & Culture
Lili Pintauli Siregar, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah seorang ahli dalam anti-korupsi dan etika institusional. Beliau telah mereformasi struktur hukum dan tata kelola Indonesia untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam memerangi korupsi. Pekerjaan Siregar di LPSK dan KPK berfokus pada perlindungan kolaborator keadilan dan implementasi reformasi hukum. Beliau memainkan peran penting dalam merombak struktur hukum dan tata kelola Indonesia, berfokus pada peningkatan transparansi, integritas, dan akuntabilitas sektor publik, terutama dalam memerangi korupsi dan mempromosikan pemerintahan yang baik.
Lili Pintauli Siregar, former Vice Chair of Indonesia's Corruption Eradication Commission (KPK), is an expert in anti-corruption and institutional ethics. She has reformed Indonesia's legal and governance structures to enhance transparency and accountability, particularly in fighting corruption. Siregar’s work in the Witness Protection Agency (LPSK) and KPK focused on protecting justice collaborators and implementing legal reforms. She has played a key role in reforming Indonesia's legal and governance structures, focusing on enhancing transparency, integrity, and accountability in public sectors, especially in fighting corruption and promoting good governance.

Irjen Pol. (Purn.) Drs. Anang Syarif Hidayat
Expert in Social & Cultural Affairs
Division: Society & Culture
Indonesian (Formal dan Terstruktur): "Inspektur Jenderal Polisi (Purnawirawan) Drs. Anang Syarif Hidayat merupakan perwira tinggi Polri dengan pengalaman pengabdian lebih dari tiga dekade. Beliau saat ini menjabat sebagai Penasehat Utama Bidang Sosial dan Budaya Polri. Pada periode 2019 hingga 2021, beliau mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung. Selama masa kepemimpinannya, Hidayat berhasil memimpin operasi penanggulangan terorisme dan mengimplementasikan berbagai inisiatif kesehatan masyarakat dalam penanganan pandemi COVID-19. ebagai penulis buku "Bangka Belitung Ini Indah", kontribusi intelektualnya mencerminkan kepedulian terhadap pengembangan daerah. Saat ini, fokus kerjanya tertuju pada upaya mendorong integrasi sosial, memperkuat pemahaman lintas budaya, dan meningkatkan efektivitas keamanan daerah dalam kerangka sistem kepolisian nasional Indonesia.
Irjen Pol. (Purn.) Drs. Anang Syarif Hidayat is a distinguished retired Indonesian police officer with over three decades of service. He is a Senior Advisor for Social & Cultural Affairs at POLRI. From 2019 to 2021, he led as Chief of the Bangka Belitung Islands Regional Police, overseeing successful anti-terrorism operations and implementing public health initiatives during the COVID-19 pandemic. An author of Bangka Belitung Ini Indah, he later transitioned to civilian life as Director at AW Law Firm, applying his legal and investigative expertise to advocate for justice. His work continues to focus on promoting social integration, strengthening cultural understanding, and improving regional security within the framework of Indonesian policing.

Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P.
Expert in Agricultural Sciences & Food Security
Division: Society & Culture
Prof. Reni Mayerni adalah seorang profesor di Universitas Andalas dan Deputi untuk Studi Strategis di Lemhannas RI. Dengan gelar doktor dari Universitas Padjajaran, beliau mengkhususkan diri dalam agronomi, ketahanan pangan, dan pertanian berkelanjutan. Prof. Mayerni telah banyak menerbitkan karya mengenai kultur jaringan tanaman dan pengembangan industri kelapa sawit, dengan lebih dari 213 kutipan. Beliau adalah pemimpin dalam membentuk kebijakan pertanian nasional dan mempromosikan minyak sawit sebagai energi terbarukan, serta memegang pangkat tertinggi dalam jabatan akademik (IV D) dan memimpin cabang Asosiasi Agronomi Indonesia di Sumatera Barat.
Prof. Reni Mayerni is a professor at Universitas Andalas and Deputy for Strategic Studies at Lemhannas RI. With a doctorate from Universitas Padjajaran, she specializes in agronomy, food security, and sustainable agriculture. Prof. Mayerni has published extensively on plant tissue culture and palm oil industry development, earning over 213 citations. She is a leader in shaping national agricultural policies and promoting palm oil as renewable energy, holding the highest academic civil service rank (IV D) and chairing the Indonesian Agronomy Association's West Sumatra branch.

Komjen Pol. (Purn.) Arif Wachyunadi, Drs.
Expert in Anti-Corruption and Law Enforcement
Division: Politics & Governance
Komjen Pol. (Purn.) Arif Wachyunadi mengabdi selama 34 tahun (1984–2018) di Kepolisian Negara Republik Indonesia dan mencapai posisi kepemimpinan penting, termasuk Kapolda Bali (2012–2014) dan Sekretaris Jenderal Lemhannas (2016–2018). Beliau mempelopori inovasi dalam polisi komunitas, seperti program "Selamat Pagi Bali," dan berkontribusi secara signifikan pada pendirian Hari Juang Polri, yang memperingati pendirian Kepolisian Republik Indonesia. Sebagai seorang intelektual dan penulis sembilan buku, beliau telah membentuk hubungan antara polisi dan masyarakat serta pendidikan kepolisian. Setelah pensiun pada 2018, beliau terus mengajar dan mempromosikan budaya Indonesia melalui tur sepeda motor internasional.
Komjen. Pol. (Ret.) Arif Wachyunadi served 34 years in the Indonesian National Police (1984– 2018), rising to prominent leadership roles, including Kapolda Bali (2012–2014) and Secretary General of Lemhanas (2016–2018). He pioneered community policing innovations, such as the “Selamat Pagi Bali” program, and contributed significantly to the establishment of Hari Juang Polri, commemorating the Indonesian Police’s founding. An intellectual and author of nine books, he has shaped police-community relations and police education. Since retiring in 2018, he continues to lecture and promote Indonesian culture through international motorcycle touring across multiple continents.

Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto, S.E., M.M.
Expert in National Ideology Education & Leadership
Division: Ideology & Strategic Communication
Major General (Ret.) Heri Wiranto menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri di Kemenko Polhukam sejak 26 Juni 2023. Sebagai lulusan Akademi Militer tahun 1989, beliau telah mengabdi selama lebih dari 36 tahun di lingkungan TNI Angkatan Darat dengan keahlian dalam tata kelola politik, manajemen krisis, dan kinerja kelembagaan. Wiranto memainkan peran strategis dalam pengelolaan keamanan Indonesia selama berbagai krisis, termasuk masa pandemi COVID-19, sekaligus mengawasi operasi militer strategis di lingkungan yang menantang. Kepemimpinannya dalam pendidikan militer dan modernisasi pertahanan terus memberikan dampak terhadap pertahanan nasional dan stabilitas politik Indonesia. Kontribusi akademisnya melalui penelitian tentang ancaman non- militer telah memperkuat strategi keamanan Indonesia. Pengalaman dan keahliannya dalam koordinasi lintas sektor menjadikan beliau sebagai figur penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan politik nasional.
Major General (Ret.) Heri Wiranto has served as the Deputy for Domestic Political Coordination at the Coordinating Ministry for Political, Legal, and Security Affairs (Kemenko Polhukam) since June 26, 2023. A graduate of the Indonesian Military Academy (1989), he dedicated more than 36 years of service in the Army, with expertise in political governance, crisis management, and institutional performance. Wiranto has played a pivotal role in managing Indonesia's security during crises, including the COVID-19 pandemic, while also overseeing strategic military operations in challenging environments. His leadership in military education and defense modernization continues to impact Indonesia’s national defense and political stability, and his research on non-military threats has enhanced Indonesia's security strategies..

Komjen Pol. (Purn.) Heru Winarko, Drs., S.H.
Expert in Anti-Narcotics Enforcement & Multi- Agency Coordination
Division: Politics & Governance
Komjen Pol. (Purn.) Heru Winarko pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada periode 2018–2020. Selama masa kepemimpinannya, beliau mempelopori transformasi paradigma penanggulangan narkoba dari pendekatan punitif menuju pendekatan rehabilitatif yang lebih humanis. Kepemimpinan Winarko menghasilkan berbagai operasi anti-narkoba yang signifikan, termasuk pembongkaran sindikat narkoba berskala besar yang beroperasi di wilayah Indonesia. Beliau juga berperan strategis dalam membangun sistem koordinasi antar-lembaga yang efektif untuk memperkuat penegakan hukum bidang narkotika dan psikotropika. Inovasi kebijakan dan strategi penanggulangan narkoba yang dikembangkannya telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan kompleksitas dalam pelaksanaan tugas, dedikasi Winarko dalam meningkatkan efektivitas kebijakan anti-narkoba Indonesia tetap menjadi kontribusi penting bagi upaya penanggulangan narkoba di Indonesia.
Commissioner General of Police (Ret.) Heru Winarko served as Head of Indonesia’s National Narcotics Agency (BNN) from 2018 to 2020.He pioneered a shift in drug prevention strategies from punitive to rehabilitation-focused approaches. Winarko’s leadership led to significant anti- drug operations, including combating major drug syndicates. He was also instrumental in building multi-agency coordination frameworks for drug enforcement. Winarko’s dedication to improving Indonesia's anti-drug policies and his innovative strategies have earned him national recognition, despite the challenges and complexities of his tenure.

Letjen TNI (Purn.) Eko Margiyono, M.A.
Expert in Air Defense & Joint Operations
Division: Politics & Governance
Letjen TNI (Purn.) Eko Margiyono merupakan veteran pasukan khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) dengan pengabdian selama 34 tahun. Sebagai lulusan Akademi Militer tahun 1989, beliau telah mengemban berbagai jabatan kepemimpinan strategis dalam lingkungan TNI. Perjalanan karier beliau mencakup posisi-posisi penting, antara lain Danjen Kopassus (2018–2019), Pangdam Jaya (2019–2020), Kasum TNI (2021–2023), Dankodiklat TNI AD (2023–2024), dan terakhir Wakil Gubernur Lemhannas RI (2024–2025). Selama masa kepemimpinannya, Eko berkontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan militer Indonesia, peningkatan kemampuan operasi khusus, dan modernisasi sistem pertahanan. Prestasi dan dedikasinya telah diakui melalui pemberian Bintang Yudha Dharma. Kepemimpinannya berperan penting dalam mempersiapkan TNI menghadapi tantangan keamanan di abad ke-21.
Lieutenant General (Ret.) Eko Margiyono is a veteran of the Indonesian Army’s special forces (Kopassus) with over 34 years of service and a proud graduate of the Military Academy (Akmil, 1989). He held a series of strategic leadership roles, including Commander of Kopassus (2018–2019), Jakarta Military Area Commander (Pangdam Jaya, 2019–2020), and Chief of General Staff of the Indonesian National Armed Forces (Kasum TNI, 2021–2023). He later served as Commander of Army Doctrine, Education, and Training Development (Dankodiklat, 2023–2024) and, most recently, as Deputy Governor of Lemhannas RI (2024–2025). He played a pivotal role in advancing Indonesian military education, enhancing special operations, and driving defense modernization. Decorated with the Yudha Dharma Star, Eko’s leadership helped shape Indonesia's military to meet the challenges of the 21st century.

Ir. Thomas Jusman
Expert in Infrastructure & Economic Transformation
Division: Economy & Business
Ir. Thomas Jusman merupakan salah satu tokoh bisnis terdepan Indonesia yang telah mengukir jejak transformatif dalam pembangunan ekonomi nasional. Sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), visinya telah mengubah wajah ekonomi Bangka Belitung dari ketergantungan pertambangan menuju diversifikasi sektor yang berkelanjutan.Terobosan inovatifnya mencakup pengembangan pariwisata, perkebunan, dan industri maritim yang kini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Proyek visioner seperti Jembatan Batera dan perintisan pariwisata kesehatan menjadi bukti nyata kemampuannya mentransformasi potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi. Kepemimpinan Jusman tidak hanya terbatas pada bisnis, tetapi juga meluas pada koordinasi pembangunan regional dan dukungan terhadap program transmigrasi pemerintah. Dedikasinya dalam membangun sinergi sektor swasta-pemerintah menjadikannya figur berpengaruh yang terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan investasi infrastruktur Indonesia.
Ir. Thomas Jusman is a prominent Indonesian business leader and advocate for economic development. Currently serving as Vice Chairman of the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin), he has significantly contributed to the transformation of Bangka Belitung’s economy, shifting from a mining-based model to diversified sectors such as tourism, plantations, and maritime industries. His visionary projects include the Batera Bridge and pioneering health tourism. Jusman’s leadership extends to coordinating regional economic development and supporting government transmigration programs. He is an influential figure in Indonesian business politics, focusing on sustainable growth, infrastructure investment, and private sector-government collaboration.

Dr. Caturida Meiwanto Doktoralina, S.E., M.Ak., Ph.D.
Expert in Strategic & Islamic Finance
Division: Economy & Business
Dr. Caturida Meiwanto adalah Dekan Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial di Universitas Dian Nusantara. Dengan gelar Ph.D. di Pengembangan Islam, beliau mengkhususkan diri dalam akuntansi strategis, keuangan Islam, dan tata kelola. Dr. Meiwanto memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman akademik, berkontribusi pada akuntansi strategis, keuangan Islam, dan ketahanan keuangan. Penelitiannya berfokus pada manajemen zakat dan keuangan perusahaan. Beliau memegang sertifikasi sebagai Penilai Bisnis Chartered dan Spesialis Manajemen Data Bersertifikat, serta telah banyak menerbitkan karya di jurnal akademik nasional dan internasional.
Dr. Caturida Meiwanto is the Dean of the Faculty of Business and Social Sciences at Universitas Dian Nusantara. With a Ph.D. in Islamic Development, she specializes in strategic accounting, Islamic finance, and governance. Dr. Meiwanto has over 30 years of academic experience, contributing to strategic accounting, Islamic finance, and financial resilience. His research focuses on zakat management and corporate finance. He holds certifications as a Chartered Business Valuator and Certified Data Management Specialist, and has published extensively in both national and international academic journals.

Edi Permadi
Expert in Strategic Resilience & Corporate Leadership
Division: Economy & Business
Edi Permadi adalah seorang eksekutif pertambangan Indonesia yang terkemuka dan penasihat strategis dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di sektor sumber daya alam. Memegang gelar di bidang Teknik Elektro dari Universitas Indonesia, karier Permadi dimulai di PT Vale Indonesia dan kemudian melanjutkan ke peran-peran penting di J Resources, termasuk Presiden Direktur PT J Resources Asia Pasifik. Di bawah kepemimpinannya, J Resources mencatatkan pertumbuhan luar biasa pada 2024. Sebagai penasihat Presiden, beliau telah membentuk kebijakan mineral Indonesia dan inisiatif ekonomi hijau. Permadi juga berkomitmen pada tanggung jawab sosial, memimpin Yayasan Alumni Lemhannas dan mendukung inisiatif pendidikan.
Edi Permadi is a distinguished Indonesian mining executive and strategic advisor with over 20 years of experience in the natural resources sector. Holding a degree in Electrical Engineering from the University of Indonesia, Permadi's career began at PT Vale Indonesia and later progressed to significant roles at J Resources, including President Director of PT J Resources Asia Pasifik. Under his leadership, J Resources saw remarkable growth in 2024. As a Presidential advisor, he has shaped Indonesia’s mineral policies and green economy initiatives. Permadi is also committed to social responsibility, chairing the Lemhanas Alumni Foundation and supporting educational initiatives.

Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M.
Expert in Public Sector Governance & Anti-Fraud Systems
Division: Economy & Business
Dr. Cris Kuntadi merupakan pakar terkemuka dalam bidang tata kelola sektor publik dan sistem pencegahan fraud. Dengan latar belakang pendidikan di bidang akuntansi dan auditing, beliau telah menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan sejak dilantik pada 19 Januari 2015.Kontribusi utama Dr. Kuntadi terletak pada pengembangan sistem pengendalian kecurangan yang inovatif, yang dikenal sebagai SIKENCUR (Sistem Kendali Kecurangan). Sistem ini merupakan respons sistematis dan komprehensif terhadap upaya pencegahan korupsi dan penipuan dalam lingkungan birokrasi pemerintahan. Implementasi SIKENCUR telah memperkuat transparansi dan akuntabilitas di berbagai institusi publik Indonesia. Selain mengemban tugas di lingkungan pemerintahan, beliau juga aktif dalam dunia akademis sebagai dosen di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, yang berperan dalam membimbing calon auditor profesional. Riset terbaru yang dilakukannya fokus pada penguatan kerangka anti-fraud nasional melalui kolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB).
Dr. Cris Kuntadi is an expert in public sector governance and anti-fraud systems. With a background in accounting and auditing, he was appointed Inspector General at the Ministry of Transportation in January 2015. He is widely recognized for developing the SIKENCUR (Fraud Control System), an innovative framework designed to strengthen institutional integrity and prevent corruption within government agencies. Through this work, Kuntadi has played a pivotal role in improving transparency and accountability across Indonesia’s public institutions. In addition to his government service, he lectures at Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, mentoring future auditors and accounting professionals. His recent research has further advanced the country’s anti-fraud framework in collaboration with BPKP and the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform.

Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M.
Expert in Business Management & Strategic Planning
Division: Economy & Business
Prof. Arissetyanto Nugroho adalah seorang ahli dalam manajemen strategis dan pengembangan bisnis dengan gelar Ph.D. dari IPB. Beliau telah memegang peran di Lemhannas dan berkontribusi pada strategi bisnis, manajemen institusional, dan kebijakan pendidikan. Sebagai Rektor Universitas Mercu Buana, beliau berhasil meningkatkan peringkat universitas menjadi institusi kelas A. Prof. Nugroho telah menerbitkan lebih dari 1.023 kutipan mengenai perilaku konsumen, manajemen strategis, dan pemasaran. Beliau juga menjadi dosen dan ketua di berbagai organisasi profesional, berfokus pada peningkatan perencanaan strategis dan pengembangan kepemimpinan.
Prof. Arissetyanto Nugroho is an expert in strategic management and business development with a Ph.D. from IPB. He has held roles at Lemhannas and contributed to business strategies, institutional management, and education policies. As Rector of Universitas Mercu Buana, he elevated the university to a Grade A institution. With over 1,023 citations, Prof. Nugroho has published extensively on consumer behavior, strategic management, and marketing. He serves as a lecturer and chairman at various professional organizations, focusing on enhancing strategic planning and leadership development.

Mayjen TNI Dr. R. Nugraha Gumilar, M.Sc.
Expert in National Resilience & Defense Studies
Division: Defense & Security
R. Nugraha Gumilar adalah seorang ahli kebijakan pertahanan dan ketahanan nasional. Beliau telah memegang posisi kepemimpinan di Unhan dan berkontribusi pada strategi dan kebijakan pertahanan Indonesia. Dengan pengalaman militer dan pendidikan yang luas, beliau memainkan peran penting dalam membentuk kebijakan pertahanan dan keamanan nasional, terutama dalam operasi kontra-terorisme dan modernisasi militer. Saat ini, beliau melanjutkan pekerjaannya sebagai dosen tetap di Universitas Pertahanan Indonesia.
R. Nugraha Gumilar is an expert in defense policy and national resilience. He has held leadership positions at Unhan and contributed to Indonesia's defense strategies and policies. With extensive military and educational experience, he played a vital role in shaping the nation's defense and security policies. Gumilar participated in key strategic initiatives to strengthen Indonesia’s resilience, particularly focusing on counter-terrorism operations and military modernization, and now continues his work as a permanent lecturer at Indonesia Defense University.

Marsekal Madya TNI (Purn.) Imran Baidirus
Expert in Air Defense & Joint Operations
Division: Defense & Security
Marsekal Muda TNI (Purn.) Imran Baidirus adalah seorang perwira Angkatan Udara Indonesia terkemuka dengan pengabdian selama 34 tahun. Beliau mengumpulkan lebih dari 4.000 jam terbang pada pesawat canggih, termasuk jet tempur Hawk dan F-5. Baidirus memegang posisi komando penting, termasuk Komandan Lanud Adisutjipto (2015–2016), Panglima Komando Operasi Udara I (2017), Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas, 2017– 2020), dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (2020–2022), beliau memimpin operasi di Indonesia bagian timur selama pandemi COVID-19, menunjukkan kepemimpinan krisis yang luar biasa. Dihias dengan Bintang Dharma, warisan beliau terletak pada menjembatani penerbangan taktis dengan operasi pertahanan strategis dalam lanskap keamanan Indonesia yang terus berkembang.
Marsekal Madya TNI (Purn.) Imran Baidirus is a distinguished retired officer of the Indonesian Air Force with a decorated 34-year career. He accumulated over 4,000 flight hours on advanced aircraft, including Hawk and F-5 fighter jets. Baidirus held key command positions, including Commander of Adisutjipto Air Base (2015–2016), Commander of Air Operations Command I (2017), Commander of the National Air Defense Command (Kohanudnas) (2017– 2020), and finally Commander of Joint Regional Defense Command II (2020–2022), he led operations across eastern Indonesia during the COVID-19 pandemic, showcasing exceptional crisis leadership. Decorated with the Bintang Dharma, his legacy lies in bridging tactical aviation with strategic defense operations in Indonesia’s evolving security landscape.

Brigadir Jenderal (Purn.) Tri Nugraha H
Expert in Territorial Intelligence & Regional Security
Division: Defense & Security
Brigjen TNI (Purn.) Tri Nugraha Hartanta merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1989 dengan pengabdian 36 tahun dalam dinas kemiliteran. Beliau telah berkontribusi signifikan dalam pembentukan sistem intelijen teritorial dan keamanan regional Indonesia. Perjalanan karier mencakup jabatan strategis seperti Komandan Korem 151/Binaiya (2015–2016), Kepala BIN Daerah Bali, Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman (2020–2021), Direktur Litbang Kodiklatad (2021–2022), dan Direktur Sismet Pusterad (2022–2025). Beliau kemudian menjabat Penasihat Ahli BIN bidang Hankam sejak 6 Desember 2024 sebelum beralih sebagai Analis Senior Intelijen bidang Ideologi dan Politik BIN pada tahun 2025. Kontribusi intelektualnya tercermin dalam kajian strategis "Bali: Gerbang Dunia" yang memperkuat doktrin teritorial Indonesia. Dedikasi Hartanta dalam pendidikan militer dan pengembangan doktrin strategis menjadikannya perancang kebijakan pertahanan yang berpengaruh dalam dinamika keamanan nasional.il Indonesia.
Brigadier General (Ret.) Tri Nugraha Hartanta, a graduate of the Military Academy (Akmil, 1989), has shaped Indonesia’s territorial intelligence and regional security through a 36-year military career. He served in key leadership roles, including Commander of Korem 151/Binaiya (2015–2016), Regional BIN Head in Bali, and later as Kasdam VI/Mulawarman (2020–2021). Appointed as Director of Research and Development at Kodiklatad (2021–2022) and then Director of Systems and Methods at Pusterad (2022–2025), he most recently held the position of Defense and Security Expert Advisor at BIN (from 6 December 2024) and transitioned to Senior Intelligence Analyst in the BIN’s Ideology & Political Affairs team in 2025. Throughout his assignments, Hartanta authored the notable strategic study “Bali: Gateway to the World,” reinforcing Indonesia’s territorial doctrine and multi-agency security frameworks. His contributions to military education, regional coordination, and doctrine development mark him as a key strategist in Indonesia's evolving defense policy landscape.

Laksamana TNI Muhammad Ali
Expert in Naval Strategy & Submarine Warfare
Division: Defense & Security
Laksamana TNI Muhammad Ali adalah Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, mengkhususkan diri dalam perang laut dan operasi kapal selam. Dengan lebih dari 34 tahun dinas militer, beliau memimpin upaya modernisasi dan berkontribusi secara signifikan terhadap pertahanan maritim Indonesia. Ali telah memegang berbagai posisi strategis dan memainkan peran kunci dalam memperkuat kekuatan laut Indonesia, dengan fokus pada pertahanan udara dan kedaulatan maritim. Beliau juga berperan penting dalam mempromosikan kerjasama pertahanan internasional dan memodernisasi strategi laut Indonesia.
Admiral (Laksamana) TNI Muhammad Ali is the Chief of Staff of the Indonesian Navy, specializing in naval warfare and submarine operations. With over 34 years of military service, he has led modernization efforts and contributed significantly to Indonesia's maritime defense. Ali has held multiple strategic positions and played a crucial role in strengthening Indonesia’s naval forces, focusing on air defense and maritime sovereignty. He is instrumental in promoting international defense cooperation and modernizing Indonesia's naval strategies.

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Handy Geniardi, S.E., M.M.
Expert in Military Intelligence & Counter-Terrorism
Division: Defense & Security
Indonesian (Ringkas dan Formal): "Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Handy Geniardi, S.E., M.M. merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1987 yang berkarier di Kopassus. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Kepala BAIS TNI (2018–2020), Staf Khusus Panglima TNI bidang Sosial, Budaya, Hukum, HAM, dan Narkotika (2020–2021), serta Wakil Komandan Sesko TNI (2021–2022). Geniardi berkontribusi dalam memodernisasi pendidikan militer dan menerapkan sistem perang canggih. Geniardi diakui sebagai pemimpin dalam mengembangkan strategi pertahanan yang mengintegrasikan intelijen dan upaya kontra- terorisme untuk memastikan keamanan nasional.
Major General (Ret.) Handy Geniardi, S.E., M.M. is a retired Indonesian Army officer (Kopassus) and Military Academy alumnus (1987). He served as Deputy Head (Wakil Kepala) of the Indonesian Armed Forces Strategic Intelligence Agency (BAIS TNI) from 2018 to 2020. Following that, he took on advisory posts including Special Staff to the Commander of TNI, covering fields like social, cultural, legal, human rights, and narcotics affairs in 2020–2021, and then served as Deputy Commander of Sesko TNI in 2021–2022. He modernized military education and implemented advanced war gaming systems. He is a recognized leader in developing defense strategies that integrate intelligence and counter-terrorism efforts to ensure national security.

Marsekal Muda (Purn.) TNI Suparmono
Expert in SAR Operations & Civil- Military Integration
Division: Defense & Security
Marsekal Muda (Purn.) TNI Suparmono adalah perwira purnawirawan TNI Angkatan Udara yang menorehkan karier gemilang selama 33 tahun hingga mencapai pangkat Marsekal Muda. Pencapaian penting dalam kariernya antara lain memimpin Pangkalan Udara Suryadarma, yang berhasil ditingkatkannya menjadi Tipe A, serta menjabat sebagai Direktur Pengembangan di Akademi TNI. Suparmono juga membawa pengalaman internasional dan kepemimpinan dalam operasi militer penting, termasuk Operasi Rajawali di Papua, yang memperkokoh reputasinya dalam komando strategis. Setelah pensiun dari TNI AU, ia tetap mengabdi kepada bangsa dengan menjabat sebagai Deputi Bidang Sarana dan Prasarana di BASARNAS. Dalam peran tersebut, ia berfokus pada penguatan kemampuan SAR Indonesia serta integrasi sumber daya sipil dan militer untuk meningkatkan efektivitas tanggap darurat dan operasi pemulihan bencana.
Air Vice Marshal (Ret.) TNI Suparmono is a distinguished retired Indonesian Air Force officer who served a remarkable 33-year career. His career highlights include commanding Pangkalan Udara Suryadarma, where he elevated the base to Type A status, and serving as Director of Development at Akademi TNI. Suparmono's international experience and leadership in critical military operations, such as Operasi Rajawali Papua, cemented his legacy. Post-retirement, he contributed to national search and rescue efforts as Deputy for Infrastructure at BASARNAS. His work has focused on strengthening Indonesia's SAR capabilities and integrating civil and military resources for effective disaster response and recovery operations.

Mayor Jenderal (Purn.) Suharyanto
Expert in Disaster Management & Crisis Response
Division: Defense & Security
Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Suharyanto merupakan perwira militer terkemuka yang juga berperan sebagai ahli manajemen kebencanaan nasional. Pada November 2021, Presiden Joko Widodo menunjuk beliau sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam menjalankan tugasnya, Suharyanto memimpin berbagai upaya respons dan mitigasi bencana, termasuk penanganan investigasi banjir di Kalimantan Tengah serta pengembangan inisiatif kesiapsiagaan bencana di tingkat nasional. Kepemimpinannya mencakup koordinasi manajemen bencana lintas sektor dan pengorganisasian respons krisis yang terintegrasi. Keahlian beliau meliputi pengelolaan operasi tanggap darurat, peningkatan kapasitas kesiapsiagaan nasional, serta pengembangan sistem respons terhadap bencana alam dan bencana antropogenik. Kontribusinya telah memperkuat kerangka penanggulangan bencana Indonesia dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.
Major General (Ret.) Suharyanto is a distinguished military officer who also serves as a national disaster management expert. In November 2021, President Joko Widodo appointed him as Head of the National Disaster Management Agency (BNPB). In carrying out his duties, Suharyanto leads various disaster response and mitigation efforts, including handling flood investigations in Central Kalimantan and developing national disaster preparedness initiatives. His leadership encompasses cross-sector disaster management coordination and integrated crisis response organization. His expertise includes emergency response operations management, enhancing national preparedness capacity, and developing response systems for natural disasters and anthropogenic disasters. His contributions have strengthened Indonesia's disaster management framework in facing increasingly complex disaster challenges.

Marsekal Madya TNI (Purn.) Andyawan Martono Putra
Expert in Air Force Strategy & Fighter Aviation
Division: Defense & Security
Marsma TNI (Purn.) Andyawan Martono Putra memulai perjalanan militernya sebagai lulusan Akademi Angkatan Udara 1989 yang langsung mengudara sebagai pilot F-16 Fighting Falcon. Di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi, ia meraih julukan "Sable" setelah mencatat 1.000 jam terbang yang membuktikan keahliannya di kokpit. Karier gemilang selama 36 tahun membawanya menapaki berbagai puncak kepemimpinan: dari Komandan Akademi TNI, Komandan Koopsudnas, hingga Wakasau. Dedikasinya dalam memajukan strategi pertahanan udara dan program F-16 Indonesia membuahkan pengakuan bergengsi, termasuk Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama. Kini, sejak 10 Agustus 2025, Andyawan memimpin Kohanudnas dengan misi menghidupkan kembali kekuatan pertahanan udara nasional. Pengalaman tempur dan visi strategisnya menjadi kunci dalam memperkuat benteng kedaulatan udara Indonesia di era modern.
Air Marshal (Ret.) TNI Andyawan Martono Putra has been serving as the Commander of the National Air Defense Command (Kohanudnas) since 10 August 2025. A graduate of the Indonesian Air Force Academy in 1989, Andyawan began his career as an F-16 Fighting Falcon pilot in the 3rd Air Squadron at Iswahyudi Air Base, earning 1,000 flight hours and the callsign “Sable”. ver his 36-year career, he held key leadership roles such as Commander of the TNI Academy, Commander of National Air Operations Command (Koopsudnas), and Deputy Chief of Staff of the Air Force (Wakasau). nown for advancing Indonesia’s air defense strategies and F-16 program, he has received numerous honors, including the Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama. His leadership now focuses on reactivating and strengthening Kohanudnas to safeguard Indonesia’s air sovereignty.

Komjen Pol. (Purn.) Imam Sugianto
Expert in National Intelligence & Security Integration
Division: Defense & Security
Komjen Pol. (Purn.) Imam Sugianto telah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 10 April 2025, setelah sebelumnya diangkat sebagai Asisten Utama Kapolri bidang Operasi pada 31 Januari 2025. Sebagai lulusan Akademi Kepolisian tahun 1990, karier 35 tahunnya mencakup peran kunci seperti Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2012–2014) dan jabatan kepemimpinan di berbagai provinsi, termasuk Kapolda Kalimantan Timur (2021–2023) dan Kapolda Jawa Timur (2023–Maret 2025). Saat ini beliau mengawasi operasi intelijen Indonesia dan pemindahan BIN ke ibu kota baru, IKN Nusantara. Keahlian Sugianto meliputi operasi intelijen tingkat tinggi, koordinasi keamanan nasional, dan pengembangan kebijakan untuk meningkatkan kapabilitas intelijen. Kontribusinya terhadap strategi keamanan modern telah memposisikannya sebagai figur sentral dalam kerangka keamanan nasional Indonesia yang terus berkembang.
Commissioner General of Police (Ret.) Imam Sugianto has served as the Deputy Chief of Indonesia’s National Intelligence Agency (BIN) since 10 April 2025, following his earlier appointment as Chief of Police Operations (Asisten Utama Kapolri) on 31 January 2025. A 1990 graduate of the Indonesian National Police Academy, his 35-year career includes key roles such as Aide-de-Camp to President Susilo Bambang Yudhoyono (2012–2014) and leadership posts across the provinces, including Chief of East Kalimantan Police (2021–2023) and Chief of East Java Police (2023–March 2025). He now oversees Indonesia’s intelligence operations and the relocation of BIN to the new capital, IKN Nusantara. Sugianto’s expertise spans high-level intelligence operations, national security coordination, and policy development to enhance intelligence capabilities. His contributions to modern security strategies have positioned him as a pivotal figure in Indonesia’s evolving national security framework.

Profil Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa
Expert in Counter-Terrorism & Military Strategy
Division: Defense & Security
Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa adalah perwira TNI Angkatan Darat yang terakhir menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Sebagai lulusan Akademi Militer dengan penghargaan Adhi Makayasa, beliau memiliki spesialisasi dalam kontra-terorisme dan operasi khusus di pasukan elit Kopassus. Cantiasa memainkan peran kunci dalam operasi-operasi besar seperti penyelamatan sandera Mapenduma tahun 1996 dan misi anti-pembajakan KM Sinar Kudus tahun 2011. Kariernya berkembang melalui jabatan kepemimpinan senior, termasuk Danjen Kopassus pada tahun 2019, Pangdam XVIII/Kasuari pada tahun 2020, dan Panglima Komando Pertahanan Daerah Gabungan III pada tahun 2022, sebelum mengakhiri pengabdiannya sebagai Staf Khusus Kasad pada tahun 2023. Sepanjang kariernya, beliau berkontribusi signifikan dalam memperkuat kemampuan militer Indonesia dan memajukan kerja sama pertahanan regional.
Lt. Gen. (Ret.) I Nyoman Cantiasa is is a retired Indonesian Army officer who last served as Special Staff to the Chief of Staff of the Army (Kasad). As a graduate of the Indonesian Military Academy with the Adhi Makayasa Award, he specialized in counter-terrorism and special operations within the elite Kopassus. Cantiasa played key roles in major operations such as the 1996 Mapenduma hostage rescue and the 2011 MV Sinar Kudus anti-piracy mission. His career advanced through senior leadership posts, including Commander of Kopassus in 2019, Commander of Kodam XVIII/Kasuari in 2020, and Commander of the Joint Regional Defense Command III in 2022, before concluding his service as Special Staff to the Army Chief of Staff in 2023. Throughout his career, he contributed significantly to strengthening Indonesia’s military capabilities and fostering regional defense cooperation.

Komjen. Pol. (Purn.) Akhmad Wiyagus
Expert in Anti-Corruption & Law Enforcement
Division: Defense & Security
Komjen Pol. (Purn.) Akhmad Wiyagus telah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri (Kabaintelkam) sejak 5 Agustus 2025. Selama karier 36 tahun, beliau pernah memegang peran kunci termasuk Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dan Kapolda Jawa Barat, dengan penugasan sebelumnya di Gorontalo dan Lampung. Wiyagus telah menerima Penghargaan Hoegeng untuk kategori "Polisi Berintegritas" dan dikenal karena kepemimpinannya dalam menjaga keamanan selama pemilu, menyelesaikan kasus-kasus profil tinggi, dan memberantas korupsi. Beliau merupakan pendukung kuat pendekatan kepolisian "Presisi" yang menekankan integritas, akuntabilitas, dan kolaborasi dalam penegakan hukum.
Komjen. Pol. (Ret.) Akhmad Wiyagus as been serving as the Head of the Indonesian National Police Intelligence and Security Agency (Kabaintelkam) since 5 August 2025. Over a 36-year career, he held key roles including Director of Corruption Crimes at the National Police Criminal Investigation Agency (Bareskrim) and Chief of West Java Regional Police (Kapolda), with prior mandates in Gorontalo and Lampung. Wiyagus has earned the Hoegeng Award for "Police with Integrity" and is known for his leadership in maintaining security during elections, solving high-profile cases, and fighting corruption. He is a strong advocate for the "Presisi" policing approach, emphasizing integrity, accountability, and collaboration in law enforcement.

Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan T., M.D.S., M.S.P.
Expert in Air Force Operations & Defense Policy
Division: Defense & Security
Donny Ermawan Taufanto menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Indonesia sejak 21 Oktober 2024 dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, ia menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan periode 6 Mei 2020 sampai 14 November 2024. Ia berpengalaman dalam strategi penerbangan militer dan perumusan kebijakan pertahanan. Sebagai pakar operasi angkatan udara dan kebijakan pertahanan, Taufanto berkontribusi besar dalam penguatan kemampuan pertahanan nasional, modernisasi TNI AU, dan pengembangan kerja sama pertahanan internasional di Asia Tenggara dan kawasan lain.
Donny Ermawan Taufanto has served as Indonesia’s Deputy Minister of Defense since 21 October 2024, under President Prabowo Subianto. Prior to this role, he was Secretary General of the Ministry of Defense from 6 May 2020 to 14 November 2024. He has contributed to military aviation strategies and defense policy formulation. An expert in air force operations and defense policy, Taufanto has contributed significantly to strengthening national defense capabilities, modernizing the Air Force, and expanding international defense cooperation across Southeast Asia and beyond.